Kamis, 15 Mei 2014

Menyiapkan Prioritas Keuangan Keluarga


Menyiapkan Prioritas Keuangan Keluarga

Sebagai konsultan perencanaan keuangan, kami sering kali mendapatkan pertanyaan bagaimana menentukan skala prioritas dalam menentukan tujuan keuangan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan bila ingin memperbaiki kondisi keuangan, terutama saat dalam kondisi berutang. Langkah ini harus dilakukan secara berurutan, satu demi satu.

1. Miliki Tabungan Awal (Starter Saving)
 
Apabila Anda memiliki pendapatan di atas Rp 100 juta per tahun, milikilah tabungan awal Rp 10 juta. Bila di bawah Rp 100 juta, milikilah Rp 5 juta. Tabungan ini berfungsi sebagai fondasi awal Anda memulai perbaikan finansial.
Ibarat ingin membangun rumah, tabungan ini merupakan fondasi awal sebelum Anda memasang atap. Fungsi Utamanya untuk menghindari utang baru serta sebagai dana cadangan yang bisa digunakan dalam keadaan penting dan mendesak. Anda perlu memiliki tabungan ini secepat mungkin. Lupakan berinvestasi apa bila belum memilikinya.

2. Lunasi Utang Satu Per Satu
 
Tujuan melunasi semua utang konsumtif secepat mungkin demi menyelamatkan pendapatan, sehingga kita bisa segera berinvestasi demi masa depan yang sejahtera. Anda perlu membuat seluruh daftar utang, satu demi satu, dimulai dari saldo terkecil hingga terbesar. Kesampingkan dahulu masalah bunga. Mulailah lunasi dari yang jumlahnya terkecil.

Jika satu utang terlunasi, secara emosi dan psikologis akan mendorong diri Anda melunasi utang terkecil berikutnya. Begitu selanjutnya sampai utang Anda habis, kecuali cicilan kredit rumah. Anda harus ingat, hal yang menghambat investasi adalah utang. Karena itulah, selamatkan pendapatan bulanan dari cicilan utang.

3.  Memenuhi Dana Darurat 3-6 Pengeluaran
 
Setelah memiliki tabungan awal dan melunasi utang-utang konsumtif, Anda perlu memenuhi dana darurat. Besarannya, tiga kali pengeluaran apabila Anda seorang lajang atau enam kali bila telah berkeluarga atau menanggung beban kehidupan orang lain. Jika biaya hidup Rp2 juta per bulan, Anda harus memiliki Rp 12 juta di dalam tabungan sebagai dana cadangan.

Ingat, dana ini hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang tidak terduga seperti saat terjadi kecelakaan, kematian, musibah pada diri Anda atau pada barang berharga semacam kendaraan atau rumah. Bukan untuk digunakan pada hal yang sebetulnya Anda sudah tahu akan datang.

4. Menyisihkan 10 Persen untuk Pensiun
 
Saat fondasi dan dinding rumah sudah terbangun, sekarang waktunya Anda memasang rangka atap untuk melindungi masa depan. Setelah memiliki dana cadangan dan terbebas dari utang konsumtif, prioritaskan membayar masa pensiun Anda setiap bulan sedini mungkin.

Besarannya minimal 10 persen dari pendapatan Anda.  Anda bisa melakukan debit otomatis untuk berinvesatsi pada produk reksa dana yang memberikan imbal hasil jangka panjang yang maksimal.

5. Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak
 
Mengapa dana pensiun lebih prioritas dari persiapan dana pendidikan? Sebab Anda tidak bisa mengandalkan anak untuk membiayai hidup Anda di saat pesiun kelak! Betul, bahwa kita sebagai orang tua ingin memberikan yang terbaik pada anak. Namun, Anda perlu menyadari kapasitas secara ekonomi. Bila ingin memberikan yang terbaik dengan biaya mahal, Anda harus memperbesar porsi pendapatan.

Inflasi pendidikan di Indonesia masih terbilang sangat tinggi, yaitu sekitar 15-20% per tahunnya. Anda perlu menyadari bahwa tanpa berinvestasi, akan sulit bagi Anda untuk mengejar kenaikan biaya kuliah anak Anda kelak. Jangan sampai Anda berutang untuk biaya pendidikan mereka.

Kami sangat ingin berinteraksi langsung dengan para pembaca Yahoo yang tertarik memperbaiki kondisi finansialnya. Kiranya akhir Maret ini saya bisa berbagi lebih rinci dan lebih interaktif dengan Anda mengenai bagaimana memiliki perencanaan finansial dan terlepas dari utang secepat mungkin secara langsung.





Cuma isi survei dibayar Rp 2.000,-, sehari bisa survei 100 data berarti dapat Rp 200.000,-, coba aja: http://www.indosurvei.com/younghanafi/ .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar