Kamis, 15 Mei 2014

Sunnah-sunnah di Hari Jum’at

Sunnah-sunnah di Hari Jum’at


           Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, hal itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. AlJumu’ah: 9)
           Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Jum’at adalah satu hari dimana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik dimana matahari terbit di hari itu adalah hari jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)
           Hari jum’at juga termasuk hari ‘ied (hari raya) pekanan umat Islam sebagaimana ucapan sahabat‘Abdullah bin Zubair ketika pernah di masa beliau ‘iedul fithri jatuh pada hari jum’at, “Dua hari raya dalam satu waktu” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih Al Albani)
           Di hari jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat jum’at secara berjamaah di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al Albani)
           Para pembaca sekalian, sebagai seorang muslim yang mengetahui betapa agungnya hari jum’at, pasti akan bersemangat untuk melaksanakan berbagai macam ibadah yang dituntunkan di hari jum’at. Salah satu contoh langka yang mungkin sebagian kaum muslimin belum tahu adalah membaca surah Al Kahfi pada hari jum’at. Insya Allah akan ada pembahasan lebih lanjut lagi.
           Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat jum’at.

Sunnah-Sunnah Secara Umum

[1] Memperbanyak shalawat Nabi
     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

[2] Membaca Surah AlKahfi
     Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat AlKahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menilainya shahih)
[3] Perbanyak Doa

     Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

[4] Perbanyak Dzikir Mengingat Allah
     Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. AlJumu’ah: 9)
[5] Imam Membaca Surah AsSajdah di Rakaat ke-1 dan Surah AlInsan di Rakaat ke-2 pada Shalat Shubuh

     Dari Abu Harairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alif Lam Mim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani ḥiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuuraa (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)
     Tapi seorang imam hendaknya tidak memaksakan diri untuk membaca kedua surah tersebut ketika kondisi makmumnya tidak mampu berdiri terlalu lama.

Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at

[1] Mandi Jum’at
     Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[2] Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
[3] Memakai Pakaian Terbaik
     Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)
      Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

[4] Bersegera Berangkat ke Masjid
     Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).
     Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

[5] Perbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
     Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
     Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

[6] Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah
     Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

[7] Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at
     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Penutup

          Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at yang dapat penulis sampaikan. Semoga kita senantiasa diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bersegera menjauhi amalan yang tidak pernah beliau ajarkan. Wallahul muwaffiq.
Penulis : Wiwit Hardi P (Alumni Ma’had Al‘Ilmi Yogyakarta)
Muroja’ah : Ustadz Abu Salman, B.I.S


http://buletin.muslim.or.id/fiqih/sunnah-sunnah-di-hari-jumat

Menyiapkan Prioritas Keuangan Keluarga


Menyiapkan Prioritas Keuangan Keluarga

Sebagai konsultan perencanaan keuangan, kami sering kali mendapatkan pertanyaan bagaimana menentukan skala prioritas dalam menentukan tujuan keuangan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan bila ingin memperbaiki kondisi keuangan, terutama saat dalam kondisi berutang. Langkah ini harus dilakukan secara berurutan, satu demi satu.

1. Miliki Tabungan Awal (Starter Saving)
 
Apabila Anda memiliki pendapatan di atas Rp 100 juta per tahun, milikilah tabungan awal Rp 10 juta. Bila di bawah Rp 100 juta, milikilah Rp 5 juta. Tabungan ini berfungsi sebagai fondasi awal Anda memulai perbaikan finansial.
Ibarat ingin membangun rumah, tabungan ini merupakan fondasi awal sebelum Anda memasang atap. Fungsi Utamanya untuk menghindari utang baru serta sebagai dana cadangan yang bisa digunakan dalam keadaan penting dan mendesak. Anda perlu memiliki tabungan ini secepat mungkin. Lupakan berinvestasi apa bila belum memilikinya.

2. Lunasi Utang Satu Per Satu
 
Tujuan melunasi semua utang konsumtif secepat mungkin demi menyelamatkan pendapatan, sehingga kita bisa segera berinvestasi demi masa depan yang sejahtera. Anda perlu membuat seluruh daftar utang, satu demi satu, dimulai dari saldo terkecil hingga terbesar. Kesampingkan dahulu masalah bunga. Mulailah lunasi dari yang jumlahnya terkecil.

Jika satu utang terlunasi, secara emosi dan psikologis akan mendorong diri Anda melunasi utang terkecil berikutnya. Begitu selanjutnya sampai utang Anda habis, kecuali cicilan kredit rumah. Anda harus ingat, hal yang menghambat investasi adalah utang. Karena itulah, selamatkan pendapatan bulanan dari cicilan utang.

3.  Memenuhi Dana Darurat 3-6 Pengeluaran
 
Setelah memiliki tabungan awal dan melunasi utang-utang konsumtif, Anda perlu memenuhi dana darurat. Besarannya, tiga kali pengeluaran apabila Anda seorang lajang atau enam kali bila telah berkeluarga atau menanggung beban kehidupan orang lain. Jika biaya hidup Rp2 juta per bulan, Anda harus memiliki Rp 12 juta di dalam tabungan sebagai dana cadangan.

Ingat, dana ini hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang tidak terduga seperti saat terjadi kecelakaan, kematian, musibah pada diri Anda atau pada barang berharga semacam kendaraan atau rumah. Bukan untuk digunakan pada hal yang sebetulnya Anda sudah tahu akan datang.

4. Menyisihkan 10 Persen untuk Pensiun
 
Saat fondasi dan dinding rumah sudah terbangun, sekarang waktunya Anda memasang rangka atap untuk melindungi masa depan. Setelah memiliki dana cadangan dan terbebas dari utang konsumtif, prioritaskan membayar masa pensiun Anda setiap bulan sedini mungkin.

Besarannya minimal 10 persen dari pendapatan Anda.  Anda bisa melakukan debit otomatis untuk berinvesatsi pada produk reksa dana yang memberikan imbal hasil jangka panjang yang maksimal.

5. Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak
 
Mengapa dana pensiun lebih prioritas dari persiapan dana pendidikan? Sebab Anda tidak bisa mengandalkan anak untuk membiayai hidup Anda di saat pesiun kelak! Betul, bahwa kita sebagai orang tua ingin memberikan yang terbaik pada anak. Namun, Anda perlu menyadari kapasitas secara ekonomi. Bila ingin memberikan yang terbaik dengan biaya mahal, Anda harus memperbesar porsi pendapatan.

Inflasi pendidikan di Indonesia masih terbilang sangat tinggi, yaitu sekitar 15-20% per tahunnya. Anda perlu menyadari bahwa tanpa berinvestasi, akan sulit bagi Anda untuk mengejar kenaikan biaya kuliah anak Anda kelak. Jangan sampai Anda berutang untuk biaya pendidikan mereka.

Kami sangat ingin berinteraksi langsung dengan para pembaca Yahoo yang tertarik memperbaiki kondisi finansialnya. Kiranya akhir Maret ini saya bisa berbagi lebih rinci dan lebih interaktif dengan Anda mengenai bagaimana memiliki perencanaan finansial dan terlepas dari utang secepat mungkin secara langsung.





Cuma isi survei dibayar Rp 2.000,-, sehari bisa survei 100 data berarti dapat Rp 200.000,-, coba aja: http://www.indosurvei.com/younghanafi/ .

10 Alasan Anda Selalu Bokek


10 Alasan Anda Selalu Bokek

Anda punya pekerjaan tetap, bahkan mungkin Anda punya pekerjaan yang bergaji besar, tapi entah kenapa Anda selalu kekurangan uang. Seharusnya Anda banyak menabung dan tidak boros, tapi Anda selalu gagal. Anda selalu berharap kondisi keuangan membaik, tapi utang Anda malah menumpuk. Apakah itu semua terjadi pada Anda?

Daripada menunggu kondisi keuangan Anda membaik secara ajaib, sekarang waktunya mencari penyebab tragedi keuangan Anda. Mungkin saja penyebab semua masalah finansial tersebut adalah kelakuan Anda sendiri. Dan berikut akan kami berikan 10 penyebab masalah keuangan. Ikuti saran kami untuk memperbaiki keuangan Anda...

1.    Anda putus sekolah
 
Orangtua selalu rewel tentang pentingnya sekolah? Dan mereka sangat sangat benar. Selisih total gaji seorang lulusan SMA dan sarjana sangat mengerikan. Setelah berkarier selama 40 tahun seorang pemegang gelar sarjana akan mempunyai penghasilan total lebih banyak Rp11 miliar rupiah dibandingkan dengan mereka yang hanya lulus SMA – gaji total seorang sarjana kira-kira Rp24 miliar sedangkan lulusan SMA hanya Rp13 miliar, menurut proyeksi data U.S. Census Bureau. Jika Anda punya gelar S-2 maka angkanya akan naik hingga Rp28 miliar.

Kembali bersekolah tidak menjamin penghasilan besar. Jika Anda memutuskan untuk kembali bersekolah, pikirkan juga jurusan apa yang berpotensi mendapat gaji besar. (Contoh: coba pertimbangkan jurusan keuangan, farmasi, keperawatan, atau apa pun yang berhubungan dengan komputer). Pertimbangkan juga besar biaya pendidikan tersebut. Cara yang paling benar adalah mencari pinjaman pembiayaan sekolah dengan perkiraan jumlah pinjaman Anda tidak lebih besar dari total pendapatan Anda pada satu tahun pertama pekerjaan Anda. Coba cari informasi sebanyak-banyaknya tentang daftar sekolah dengan biaya rendah.

2.    Mengikuti gaya hidup orang lain
 
Teman Anda menggunakan Prada, rekan kerja Anda ke kantor naik Porsche dan tetangga Anda pindah ke apartemen mewah. Jika mereka bisa memiliki semua itu, Anda pasti berpikir ‘Kenapa saya tidak bisa?’ Tapi memangnya perlu begitu?

“Mengikuti gaya hidup orang lain adalah sebuah jebakan,” kata J.D. Roth pendiri GetRichSlowly.org, sebuah blog keuangan pribadi.

Intinya, jangan mengikuti gaya hidup di luar kemampuan Anda. Knight Kiplinger menulis dalam The Invisible Rich bahwa“Penghalang terbesar menjadi kaya adalah Anda sudah hidup seperti orang kaya, bahkan ketika Anda belum kaya.” Jadi, daripada membeli mobil mewah dengan cicilan besar, belilah mobil yang sesuai kantong, atau pertimbangkan membeli mobil bekas, atau pilihan yang paling murah, kendarai mobil Anda sampai benar-benar tidak bisa dipakai. Dan ketika Anda berencana membeli rumah, pastikan Anda masih bisa menabung 20 persen gaji Anda dan pastikan besarnya cicilan tidak lebih dari 28 persen dari total gaji bulanan Anda.

3.    Tidak bekerja keras
 
Lain kali jika ada orang yang bertanya, “Apakah kamu pekerja keras atau bukan?”, jangan tertawa. Kemungkinan besar jawabannya adalah Anda memang tidak bekerja keras – dan Anda bisa semakin miskin karenanya. Sikap malas mengerjakan hal-hal di luar job description Anda akan berakhir dengan gaji kecil dan karier yang suram, kata perencana keuangan bersertifikat dan penulis ‘Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals’ Tom Corley.

Untuk menjadi yang terdepan, jangan hanya bisa bekerja tapi bekerjalah dengan baik. “Tidak ada kata-kata yang pas mencerminkan Anda hebat selain hasil kerja Anda yang berkualitas tinggi,” kata Karen Elizaga pelatih eksekutif dan penulis ‘Find Your Sweet Spot: A Guide to Personal and Professional Excellence’. Jangan berhenti di sana. Pastikan atasan Anda mengetahui prestasi Anda dengan mendokumentasikan nilai lebih yang Anda berikan, apakah itu melalui klien baru yang Anda dapatkan atau menyelesaikan proyek dengan biaya lebih rendah. Setelah kesuksesan Anda menumpuk, saat itulah Anda bisa meminta naik gaji atau promosi, karena ada kemungkinan Anda tidak akan mendapat semua itu jika Anda tidak punya prestasi, kata Elizaga. Pastikan untuk menjaga hubungan baik dengan atasan, serta dengan orang di dalam dan di luar perusahaan. Jika Anda butuh skill tambahan, carilah informasi apakah perusahaan Anda bersedia untuk membiayai pelatihan untuk Anda.

4.     Anda punya kebiasaan buruk
 
Anda merokok, suka mabuk, suka fast food dan tidak pernah berlari jika tidak dikejar anjing? Mungkin saja kondisi kesehatan Anda tidak baik tapi setidaknya Anda bisa bersenang-senang, iya kan? Kemungkinan besar kondisi keuangan Anda sama tidak sehatnya, karena kebiasaan buruk adalah pemborosan uang dan itu sama sekali tidak menyenangkan. J.D. Roth mengatakan beberapa orang yang dia kenal dan memiliki masalah keuangan pasti memiliki beberapa kebiasaan buruk.

Tinggalkan kebiasaan buruk itu dan niscaya keuangan Anda akan semakin sehat. Jika rokok sebungkus rokok harganya Rp15 ribu, maka Anda akan mengabiskan Rp5,475 juta dalam setahun dengan perkiraan Anda menghabiskan sebungkus rokok dalam sehari. Ditambah biaya resiko kesehatan dari sebungkus rokok sekitar Rp350 ribu, kata American Cancer Society. Jadi dalam setahun Anda menghabiskan sekitar Rp127 juta. Demikian juga dengan kebiasaan minum alkohol, meski hanya minum sedikit. Hanya dengan dua gelas wine untuk setiap harinya, maka dalam setahun Anda akan mengabiskan lebih dari Rp10 juta dan itu hanya perkiraan jika Anda hanya minum wine murah, jika Anda memilih minum Bordeaux di bar, maka bersiaplah untuk membayar lebih.

5.    Anda belanja dengan impulsif
 
Kita semua pernah merasakannya: Ketika Anda sedang mengantre di kasir ada sesuatu yang menarik mata dan Anda langsung mengambilnya tanpa berpikir. Sebuah survei mengatakan bahwa 1 dari 5 orang yang berbelanja di supermarket melakukan pembelian impulsif di kasir. Membeli sebungkus permen karet memang tidak akan menghabiskan tabungan Anda, tapi terlalu sering membeli barang di luar rencana pastinya akan menjadi masalah kata perencana keuangan bersertifikat dan penulis blog Good Financial Cents Jeff Rose. Yang luar biasa adalah kita sering mendengar ada banyak orang yang terlilit masalah finansial karena belanja secara impulsif.

Agar dapat menguasai keadaan, catat pengeluaran Anda selama sebulan untuk mengetahui berapa banyak uang yang Anda habiskan pada barang-barang yang tidak penting. Anda tidak harus menghentikan semua kebiasaan berbelanja Anda, yang harus Anda lakukan adalah menentukan seberapa besar uang yang Anda bisa keluarkan setelah membayar berbagai tagihan bulanan dan menyisihkan sebagian dana untuk tabungan. Lalu, setiap kali Anda berbelanja, buat daftar belanjaan dan berbelanjalah sesuai dengan daftar tersebut. Untuk menghindari godaan berbelanja, berhentilah berlangganan email produk-produk terbaru atau melihat serta berselancar ke situs tempat belanja saat Anda merasa bosan.

6. Jangan berharap pada lotre
 
Anda membeli tiket lotre setiap pekan dan berharap mendapat peruntungan. Teruslah bermimpi. Perbandingan memenangkan lotre adalah 1 berbanding 175 juta. Corley dalam bukunya ‘Rich Habbits’ bahkan mengungkapkan bahwa 77% orang yang mengalami masalah keuangan malah bermain lotre setiap pekan. Kebiasaan membeli lotre sekitar Rp200 ribu per pekan membuat Anda kehilangan sekitar Rp10,4 juta setiap tahunnya. Sebaliknya, dia menemukan hanya 6% dari mereka yang sukses secara finansial bermain lotre setiap pekannya. Mengapa? Karena menurutnya orang sukses tidak menyandarkan kesuksesannya pada peruntungan. Harus berusaha sendiri, dong!
   
Daripada menghabiskan puluhan juta pada lotre lebih baik Anda menyimpannya dalam bentuk tabungan pensiun. Investasi sekitar Rp10,4 juta setahun dan tingkat bunga 7% per tahun, simpanan Anda yang tidak dikenai pajak akan mencapai sekitar Rp10,5 miliar setelah 30 tahun. Jumlah yang sepadan, mengingat kontribusi keseluruhan Anda yang mencapai sekitar Rp31,2 juta.

7. Anda membuat pembayaran tagihan kartu kredit seminimal mungkin
 
Rose, penulis blog Good Financial Cents, mengatakan bahwa banyak dari klien yang mengikuti program perencanaan keuangannya pada awalnya tidak mengetahui seberapa besar utang yang mereka miliki, bahkan tidak memiliki rencana untuk melunasi utang mereka. Hasilnya, banyak yang membuat pembayaran seminimal mungkin tanpa mempertimbangkan dampaknya. Bayangkan saja jika Anda membayar tagihan bulanan kartu kredit (2% dari batas nilai kartu kredit) senilai Rp50 juta dan bunga sebesar 15%, maka butuh 31 tahun untuk melunasi semua utang, dan Anda akan membayar hampir sebesar Rp80 juta dalam bentuk bunga hanya untuk saldo sebesar Rp50 juta.
   
Mintalah kepada bank penerbit kartu kredit Anda apakah mereka bisa mengurangi tingkat bunga Anda agar Anda bisa menjadi pelanggan setia mereka. Bahkan jika Anda melanjutkan pembayaran dari saldo Rp50 juta, potongan bunga sebesar 11% dari yang sebelumnya sebesar 15% dapat memangkas periode waktu pelunasan selama sembilan tahun dan mengurangi beban pembayaran hampir sebesar Rp40 juta. Cara lainnya adalah bekerja keras dan meningkatkan pembayaran Anda sebesar Rp2,5 juta per bulan, membuat tagihan saldo Anda sebesar Rp50 juta dapat dilunasi hanya dalam beberapa tahun dan dengan jumlah bunga kurang dari Rp8 juta. Ya, Rp2,5 juta untuk jangka pendek dapat memperberat anggaran Anda, namun Anda bisa menghemat bunga jutaan rupiah yang dapat Anda alihkan untuk membuat usaha dibandingkan membayar utang.

8. Anda tidak memiliki tujuan yang jelas
 
Manusia selalu berharap menjadi kaya dan itu wajar. Meski demikian Corley mengungkapkan ada perbedaan besar antara harapan dan tujuan. Orang-orang kaya yang ia survei untuk ‘Rich Habits’ menganggap tujuan sebagai sesuatu yang membutuhkan usaha agar dapat diwujudkan. Namun, hanya 5% dari mereka yang disurvei Corley, dengan pendapatan rumah tangga sebesar Rp35 juta atau kurang dan aset cair sebesar Rp5.000.000 atau kurang, yang pernah menetapkan tujuan keuangan tahunan mereka dan hanya 2% dari mereka yang menghabiskan setahun atau lebih untuk mengejar tujuan mereka.

Anda harus spesifik (dan realistis) semaksimal mungkin saat menentukan tujuan keuangan Anda. Jika tidak Anda tidak akan memprioritaskan pengeluaran Anda, jadi memanfaatkan uang Anda juga sama baiknya dengan rencana lain. Ambil contoh Anda ingin membeli rumah. Jangan buat rencana yang tidak jelas ketika menabung untuk membayar uang muka. Sebaliknya, niatkan diri untuk menabung setiap bulan, anggap saja, sebesar Rp2,5 juta sebulan, yang bisa Anda sisihkan dengan memangkas pengeluaran. Pindahkan uang yang Anda simpan dari rekening harian ke rekening tabungan khusus sampai Anda mendapatkan jumlah uang muka yang cukup untuk membayar uang muka.

9. Bergaul dengan orang yang tidak tepat
 
Ketika Anda masih anak-anak, ibu Anda selalu mengingatkan Anda untuk tidak bergaul dengan orang yang tidak baik bukan? Tentu saja, nasihat itu masih berlaku meski Anda telah dewasa, nasihat itu bahkan juga berlaku untuk keuangan Anda. Sulit untuk memantapkan status keuangan Anda jika Anda bergaul dengan orang-orang yang memiliki masalah keuangan, ungkap Roth dari GetRichSlowly. Alasannya Anda cenderung terbawa keadaan saat bersama mereka.

Roth mengungkapkan bahwa ketika ia sempat terjerembap dalam utang, ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orang-orang yang juga memiliki banyak utang. Namun hal yang membantunya berhasil mengendalikan masalah keuangannya adalah bergaul dengan orang yang sukses mengatur keuangan mereka. Ketika ia mendengar orang-orang berbicara mengenai keputusan finansial yang mereka buat secara bijak –  dengan pilihan praktis, seperti menyiapkan dana cadangan – Roth meminta nasihat dari mereka dan berusaha terus menjalin hubungan yang baik. Penting untuk memiliki panutan atau mentor, ujarnya. Mintalah pendapat orang yang pandai di tempat kerja Anda, kerabat atau bahkan teman sekelas Anda yang telah sukses.

10. Anda PEMALAS
 
Ada hari ketika Anda tidak ingin melakukan apa-apa selain bermalas-malasan sambil menonton TV atau berselencar di dunia maya. Namun jika Anda terus saja melakukan hal serupa maka Anda hanya akan menyia-nyiakan waktu Anda yang berharga. Penelitian Corley untuk ‘Rich Habits’ menemukan bahwa 77% dari mereka yang mengalami masalah keuangan dalam sehari menghabiskan satu jam atau lebih menonton TV dan 74% menghabiskan satu jam internetan. Sebaliknya, Corley mengungkapkan bahwa sebagian besar kalangan yang sukses secara finansial menghabiskan waktu mereka untuk meningkatkan kemampuan diri, menjadi sukarelawan, melakukan pekerjaan sampingan atau mengejar impian mereka yang berujung pada keuntungan finansial.

Jangan biarkan ketakutan, kemalasan atau keraguan membuat Anda ongkang-ongkang kaki di sofa empuk. Langkah kecil untuk memanfaatkan waktu secara bijak bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan finansial Anda. Bereskan barang tak terpakai yang bisa dijual lagi. Ubah hobi menjadi kegiatan yang menambah pendapatan. Atau berbagi indekos untuk menghemat pengeluaran.





Cuma isi survei dibayar Rp 2.000,-, sehari bisa survei 100 data berarti dapat Rp 200.000,-, coba aja: http://www.indosurvei.com/younghanafi/ .